Sabtu, 14 Oktober 2017

6 Tips Pengajuan KPA untuk Punya Apartemen Surabaya

Apartemen Surabaya

Tempat tinggal adalah kebutuhan pokok manusia yang tetap akan ada dan diperlukan di sepanjang waktu. Pada perkembangannya, tempat tinggal semakin mengalami inovasi dan memunculkan ide-ide baru. Pada era modern ini pula, konsep hunian apartemen seperti  apartemen Surabaya menawarkan beragam inovasi desain. Apakah Anda menginginkannya?  

Proses kepemilikan apartemen dapat ditempuh melalui beberapa cara yang biasanya banyak menguntungkan konsumen. Salah satu caranya adalah dengan KPA (Kredit Kepemilikan Apartemen). Lalu, bagaimana prosedurnya? Apa saja yang harus diperhatikan? Inilah 6 tips pengajuan KPA yang harus Anda ketahui agar prosesnya lancar.

1.                  Pastikan Tidak Punya Riwayat Kredit Macet
Kepemilikan apartemen dapat ditempuh melalui jalur kredit. Sebelum menempuh pembiayaan kredit, Anda harus mengajukan KPA (Kredit Kepemilikan Apartemen) terlebih dahulu. Proses pengajuan KPA ini tetap memerlukan persyaratan dengan proses yang tak sedikit. Demi kelancaran pembiayaan kredit rumah, Anda harus memperhatikan tahap pengajuan KPA. 

Suatu pembiayaan yang diberikan bank kepada nasabah tentunya mempertimbangkan berbagai hal. Riwayat debitur dalam sistem kredit juga menjadi salah satu pertimbanganya. Untuk memperoleh pembiayaan, pastikan Anda bebas dari daftar nasabah yang punya kredit macet yang tersimpan dalam sistem. Jangan sampai Anda masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia. Jika masuk, maka pembiayaan tidak akan diproses.

2.                  Jadi Nasabah di Bank Kreditur
Sebagai kreditur, bank mempunyai fungsi pembiayaan untuk masyarakat yang membutuhkan dana. Penyaluran dana pembiayaan tersebut salah satunya dialokasikan pada sektor pembiayaan konsumsi, yaitu pembelian apartemen. Untuk memberikan pembiayaan kepemilikan apartemen, bank mempertimbangkan berbagai hal agar tidak salah ambil keputusan. Dalam hal ini, terkadang bank mendahulukan masyarakat yang menjadi nasabah sebelumnya. 

Dengan adanya hal semacam itu, bank berarti ingin memberikan feedback bagi pihak yang sebelumnya sudah menjadi nasabah, meskipun tetap menerima orang yang belum menjadi nasabahnya. Hanya saja pembiayaan lebih disetujui apabila Anda menjadi salah satu nasabah dengan track record baik di bank yang menjadi calon kreditur. Alangkah baiknya, tentukan bank yang punya kemampuan terpercaya.

3.                  Tentukan Sistem Kredit
Setelah menentukan bank yang akan menjadi kreditur, langkah selanjutnya dalam proses pengajuan KPA adalah menentukan sistem kredit untuk kepemilikan apartemen. Pihak bank punya beberapa pilihan sistem kredit yang bisa Anda pilih, yaitu di antara kredit pada umumnya dan oper kredit. Anda bisa memilih salah satu di antara keduanya, di mana masing-masing pilihan punya kewajiban pelunasan kredit. 

Memilih sistem kredit ataupun sistem oper kredit, keduanya punya persyaratan yang sama dalam pengajuan KPA. Hanya saja, sistem oper kredit punya risiko yang berasal dari debitur sebelumnya, di mana Anda menanggung kewajiban pelunasan kredit yang meliputi hutang pokok dan bunganya. Apabila debitur sebelumnya mempunyai riwayat kredit kurang lancar hingga macet, maka risiko akan lebih besar dan mengikuti Anda sebagai debitur baru.

4.                  Pilih Apartemen yang Sesuai
Selanjutnya adalah memilih apartemen Surabaya sebagai objek pembiayaan yang sedang Anda ajukan. Pengajuan KPA dapat berjalan lebih lancar apabila Anda sudah menentukan apartemen yang sesuai. beragam informasi mengenai penjualan apartemen dapat diketahui untuk memilih apartemen yang paling baik. Pilihlah apartemen yang nyaman dan masih layak huni.

5.                  Lengkapi Dokumen Persyaratan
Kelengkapan dokumen adalah hal yang paling penting dalam pengajuan KPA, di mana seluruh dokumen persyaratan harus diserahkan ke pihak kreditur agar sesuai prosedur dan mempercepat proses pembiayaan. Dokumen persyaratan tersebut meliputi fotokopi identitas diri, fotokopi NPWP, pas foto, salinan buku tabungan, dan masih banyak lagi. Anda dapat menanyakan kepada pihak bank atau mencari informasi terkait dokumen persyaratan ini.

6.                  Laporkan Penghasilan Sebenar-benarnya
Dalam proses pengajuan KPA, pihak bank menerapkan prinsip kehati-hatian, di mana penuh pertimbangan dalam memberikan dana pembiayaan. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi finansial calon debitur yang dapat diketahui melalui laporan penghasilan yang diberikan kepada bank sebagai salah satu persyaratan. Dengan demikian, pihak bank bisa menentukan kelayakan dari seseorang calon debitur. 

Apabila kondisi keuangan tergolong baik, maka proses pengajuan KPA akan segera disetujui da ditindaklanjuti. Oleh karena itu, Anda harus melaporkan atau memberikan laporan penghasilan dengan sebenar-benarnya atau apa adanya kepada pihak bank sebagai calon kreditur. Anda tidak perlu menutupi apapun atau merekayasa laporan penghasilan agar terhindar dari persoalan apabila terbukti melakukan rekayasa.

Beberapa tips untuk pengajuan KPA di atas dapat melancarkan proses pengajuan, sehingga mempercepat proses pembiayaan apartemen Surabaya. Setiap poin tips tersebut terdapat penjelasan mengenai dokumen persyaratan yang diperlukan dalam proses pengajuan KPA. Alangkah baiknya, Anda menyiapkan seluruh dokumen persyaratan tersebut dari jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga sudah lengkap saat pengajuan KPA. Selamat mencoba.

Related Posts

6 Tips Pengajuan KPA untuk Punya Apartemen Surabaya
4/ 5
Oleh